Install MadWifi di Debian 4.0 (Etch)

1 04 2009

Sebelumnya aku telah menjelaskan instalasi driver wireless Broadcom. Jadi sekarang sekalian aja instalasi driver untuk produk lain. Madwifi adalah suatu kelompok yang membuat driver wireless card yang berchipset Atheros untuk Linux. Mereka sudah mendukung banyak sekali vendor, cek disini. Aku telah menginstalnya di wireless card EnGenius. Instalasi di Debian/Ubuntu, gampang sekali,  semoga tutorial ini bisa membantu kamu:

Pertama, pastikan dulu isi sources.list kamu sudah benar, dulu aku pernah coba install dari kambing tapi gak bisa mungkin karena di kambing itu gak ada “non-free” di sources.list-nya. Karena non-free itu memang bukan untuk gratisan. Jadi dulu aku langsung instal dari http://ftp.debian.org. Pokoknya cari sources yang ada “main contrib non-free”.

Ok, here we go:

1. Update dulu Debian/Ubuntu kamu.

# apt-get update

2. Install driver-nya termasuk tools madwifi. Ini juga akan menginstal build-essential, gcc, g++ dan semua yang diperlukan untuk instalasi madwifi nya. Ingat bahwa untuk instalasi ini diperlukan source kernel jadi pastikan sources server kamu memilikinya.

# apt-get install madwifi-source

# apt-get install madwifi-tools

# m-a prepare

# m-a a-i madwifi

3. Load driver-nya.

# modprobe ath_pci

4. Cek dengan ifconfig, seharusnya sudah ada interface ath0 disana. Nah, untuk memastikan dia udah jalan. Jalankan iwconfig, lalu scan sinyal yang ada (tentunya kamu harus sudah menginstal wireless-tools).

# iwconfig ath0

# iwlist ath0 scan

Untuk masuk ke jarinagan wireless:

# iwconfig ath0 essid “<essid kamu>”

5. Untuk konfigurasi wireless network, kamu dapat lakukan ini (khusus untuk driver Madwifi saja):

/sbin/wlanconfig ath0 destroy
/bin/sleep 2
/sbin/wlanconfig ath0 create wlandev wifi0 wlanmode Master
/bin/sleep 2
/sbin/iwconfig ath0 essid access_point_gw channel 5

Perintah pertama untuk menghapus konfigurasi sebelumnya. Yang ketiga mendefinisikan mode wireless kamu (master, managed, ad-hoc atau monitor). Yang kelima membuat SSID dan channel wireless kamu. Sedangkan yang kedua dan keempat hanya memberikan jedah waktu antar perintah. Keenam perintah diatas dapat kamu letakkan di file rc.local atau bisa buat script khusus supaya dia dapat langsung dieksekusi setiap kamu booting.

Udah dulu ah dah ngantuk nih…





Instalasi driver wireless card Broadcom43xx

31 03 2009

Oke, jadi aku penasaran sama Fedora 10 yang merupakan rilisan terbaru dari Fedora Project. Biasanya aku malas mempartisi hardisk jadi aku paling rajin pakai VMWare aja, tapi kali ini lain aku merasa mempunyai kewajiban untuk
memiliki OS Linux beneran. Karena aku tak bisa hidup tanpa Windows, jadi aku memutuskan untuk menginstalnya  berdampingan dengan Windows XP ku. Aku download CD live nya dari server kambing trus kubakar. Dengan partisi
kecil cuma 6.5 GB akhirnya instalasi berjalan dengan baik. Trus aku coba jaringan ethernet LAN dan bisa jalan.  Namun, wireless card ku gak ter-detect, sial… Aku menggunakan laptop Dell Inspiron 1420 dengan wireless card buatan Broadcom Air Force One Wireless b/g. Ternyata secara default Fedora 10 belum menyertakan drivernya. Sempat terpikir untuk menggunakan ndiswrapper aja sebagai drivernya, tapi setelah googling ternyata sudah dibuat driver khusus untuk Broadcom. Oke deh, bagi kamu yang memiliki masalah yang sama mungkin petunjuk berikut ini bisa membantu. Berikut langkah instalasi drivernya:

1. Jalankan Terminal. Applications>System Tools>Terminal
2. # su
Masukkan password untuk root
3. # yum update
# wget http://mirror2.openwrt.org/sources/broadcom-wl-4.150.10.5.tar.bz2
Jika kamu belum memiliki program wget, instal lah terlebih dulu:
# yum install wget
4. # tar xjf broadcom-wl-4.150.10.5.tar.bz2
5. # cd broadcom-wl-4.150.10.5/driver
6. # b43-fwcutter -w /lib/firmware wl_apsta_mimo.o
7. Pergi ke System>Administration>Services
8. Pada “Service Configuration”, di sebelah kirinya pastikan ada bulatan berwarna hijau di sebelah kiri nama “Network Manager”. Kalau gak ada, klik bulatan itu dan klik Enable. Masukkan password root jika diminta.
9. Ulangi langkah 8 diatas untuk nama wpa_supplicant (biasanya berada di bawah)
10. Pergi ke System>Administration>Network
11. Masukkan password root
12. Klik wlan0 yang ada disitu
13. Klik tombol edit
14. Pastikan pilihan “Controlled by NetworkManager” tercentang lalu klik Ok
15. Tutup
16. Pilih “Yes” jika kamu ditanya untuk menyimpan perubahan yang telah kamu lakukan
17. Restart lapie kamu

Setelah restart lampu wireless ku langsung menyala padahal aku belum menghidupkannya, namun dia langsung mendapat sinyal. Perhatikan di bagian kanan atas desktop kamu, seharusnya ada gambar batangan sinyal disitu.

18. Untuk lebih memastikan jalannya wireless card kamu, lakukan langkah berikut di Terminal:
# iwconfig wlan0
Hasil di lapie ku seperti ini:

wlan0     IEEE 802.11bg  ESSID:”telematika”
Mode:Managed  Frequency:2.462 GHz  Access Point: 00:90:4C:91:00:01
Bit Rate=24 Mb/s   Tx-Power=27 dBm
Retry min limit:7   RTS thr:off   Fragment thr=2352 B
Encryption key:off
Power Management:off
Link Quality=76/100  Signal level:-55 dBm  Noise level=-70 dBm
Rx invalid nwid:0  Rx invalid crypt:0  Rx invalid frag:0
Tx excessive retries:0  Invalid misc:0   Missed beacon:0

19. Untuk men-scan Acces Point apa saja yang ada disekitar kamu, lakukan:
# iwlist wlan0 scan
Hasilnya seperti ini di lapie ku:

wlan0     Scan completed :
Cell 01 – Address: 00:14:7C:52:5E:5A
ESSID:”farmasi”
Mode:Master
Channel:1
Frequency:2.412 GHz (Channel 1)
Quality=66/100  Signal level:-65 dBm  Noise level=-69 dBm
Encryption key:off
Bit Rates:1 Mb/s; 2 Mb/s; 5.5 Mb/s; 11 Mb/s; 6 Mb/s
9 Mb/s; 12 Mb/s; 18 Mb/s; 24 Mb/s; 36 Mb/s
48 Mb/s; 54 Mb/s
Extra:tsf=000000045b25906c
Extra: Last beacon: 573ms ago
Cell 02 – Address: 00:90:4C:91:00:01
ESSID:”telematika”
Mode:Master
Channel:11
Frequency:2.462 GHz (Channel 11)
Quality=78/100  Signal level:-53 dBm  Noise level=-69 dBm
Encryption key:off
Bit Rates:1 Mb/s; 2 Mb/s; 5.5 Mb/s; 11 Mb/s; 18 Mb/s
24 Mb/s; 36 Mb/s; 54 Mb/s; 6 Mb/s; 9 Mb/s
12 Mb/s; 48 Mb/s
Extra:tsf=0000000013a4218a
Extra: Last beacon: 14ms ago

20. Selanjutnya, jika tidak ada DHCP kamu tinggal setting ip address, netmask, routing dan DNS name.  Selesai deh. Selamat ngenet.





Instalasi Debian 4.0 Etch di Compact Flash pada Soekris net4801

27 03 2009

Soekris net4801 merupakan sebuah motherboard kecil yang banyak digunakan sebagai gateway maupun router wireless. Dengan alat ini jugalah aku mengerjakan Tugas Akhir yang bertemakan router wireless. Untuk lebih mengenal alat ini, silahkan lihat disini.

Agar alat ini berguna tentu saja aku perlu menginstal sebuah Operating System (OS) di dalamnya sehingga ia dapat berfungsi mirip seperti komputer biasa. Soekris ini memiliki media penyimpanan berupa Compact Flash (CF) yang dapat kita tentukan sendiri besarnya, nah di CF inilah aku akan melakukan instalasi. Aku menggunakan CF Sandisk Extreme III berukuran 2 GB. OS yang aku gunakan adalah Debian Etch, jadi nantinya ketika Debian telah terinstal maka ia akan langsung di boot otomatis dari CF. O ya, perlu diingat bahwa Soekris ini tidak memiliki port keyboard maupun monitor.

Oke, langsung aja.

Pertama persiapkan dulu:

  • Komputer dengan OS Linux. Aku menggunakan laptop dan telah menginstal VMware di dalamnya. Jadi  Linux yang kugunakan ada di WMware itu, gak langsung di hardisk. Namun kalo langsung di hardisk juga bisa. Linux yang kugunakan sebagai host adalah Debian Etch, sebenarnya yang lain juga bisa sih tapi karena aku menggunakan program Debootstrap untuk instalasi ke CF jadi kusarankan pilih Linux turunan Debian saja.
  • Card Reader. Untuk bisa membaca CF tentu saja ini dibutuhkan, boleh pilih merek apa saja sesuai selera.
  • File ISO Debian Etch untuk instalasi. Sebenarnya kalo mau instal langsung dari server Debian atau cdrom juga bisa. Server tempat file ISO dan instalasi dari server bisa dari http://kambing.ui.edu

Kita mulai yuk.

1. Masukkan CF ke card reader lalu plug card reader ke komputer hingga ia terdeteksi oleh Linux kamu. Di Debian ku, pada direktori “/dev” akan terdapat nama device “sdb”, tentu saja namanya dapat berbeda-beda tergantung urutan keberapa device yang ter-plug di Linux kamu. Jadi huruf b di belakang sd dapat menjadi a, b, c dan seterusnya. Untuk selanjutnya aku akan memakai nama sdb.

2. Membuat partisi di CF tadi. Karena aku tidak menginstall GUI di Debian jadi aku menggunakan program fdisk, kamu juga bisa menggunakan program partisi lainnya seperti GParted yang memiliki GUI. Cara partisi:

# su

# fdisk /dev/sdb

Program ini akan meminta kamu memasukkan perintah berupa huruf. Pertama hapus dulu semua partisi yang ada di CF (biasanya partisi defaultnya FAT32) dengan perintah “d”. Lalu buat partisi baru dengan perintah “n”. Lalu pilih primary partition dan buat 1 partisi saja. Kemudian seterusnya tinggal enter saja sampai selesai. Lalu masukkan “w” untuk menampilkan hasil partisi kamu. Disini aku gunakan seluruh kapasitas CF dan tidak memerlukan partisi swap.

3. Membuat format partisi. Gunakan program mkfs.

# mkfs.ext3 /dev/sdb1

Perhatikan nama device nya (sdb1, bukan sdb). Disini aku menggunakan format ext3 kalau mau ext2 juga bisa.

4. Membuat direktori sebagai mounting point dari CF ke Linux. Lalu me-mount isi CF ke direktori tersebut.

# mkdir /mnt/debian

# mount /dev/sdb1 /mnt/debian

Jika kamu masuk ke direktori “/mnt/debian” maka seharusnya kamu akan melihat ada direktori “lost+found”.

5. Instalasi Debian di CF menggunakan program debootstrap. Debootstrap adalah utility yang berguna untuk menginstal Debian dengan kelengkapan yang paling minim. O ya, selain Debian Ubuntu juga bisa. Jika kamu belum punya instal lah terlebih dulu.

# apt-get install debootstrap

Untuk instalasi Debian nya ada dua cara yang pernah kulakukan, yang pertama dari server langsung.

# debootstrap – -arch i386 etch /mnt/debian http://kambing.ui.edu/debian/

Atau dari file ISO seperti yang telah aku tuliskan sebelumnya di atas. Disini, kamu bisa meletakkan file ISO nya di “/mnt/iso”.

# debootstrap – -arch i386 etch /mnt/debian file:/mnt/iso

Instalasi butuh waktu. Bersabarlah sambil ngopi atau minum teh. Setelah instalasi selesai cobalah untuk mengecek kapasitas CF yang terpakai.

# df  -ah

Perhatikan bahwa instalasi hanya memakan tempat 201 MB.

6. Masuk ke Debian yang telah terinstal di CF sebagai root.

# chroot /mnt/debian /bin/bash

7. Buat file bernama fstab di direktori “/etc”.

# nano /etc/fstab

Isi file tersebut seperti berikut (semuanya, termasuk tanda #).

# /etc/fstab: berisi informasi file system (tentu saja aku tidak mendefinisikan swap disini).

# file system    mount point   type     options     dump   pass

/dev/hda1                  /                ext3     defaults        0          0

tmpfs                         /tmp            tmpfs  size=128m, mode=1777      0          0
proc                              /proc       proc    defaults        0          0

8. Mount file system yang telah didefinisikan tadi.

# mount /proc

9. Konfigurasi networking

# nano /etc/network/interfaces

Berikut contoh yang dapat kamu buat (semuanya, termasuk tanda #).

auto lo
iface lo inet loopback

# Jika menggunakan dhcp:

# auto eth0

# iface eth0 inet dhcp

# Contoh IP static

auto eth0

iface eth0 inet static
address 192.168.0.13
network 192.168.0.0
netmask 255.255.255.0
broadcast 192.168.0.255
gateway 192.168.0.1

10. Setting DNS yang digunakan

# nano /etc/resolv.conf

Berikut contoh yang dapat kamu buat (semuanya, termasuk tanda #).

search dnsaku.local
nameserver 10.1.1.13
nameserver 192.168.9.13

11. Setting nama host

#echo DebianSoekris > /etc/hostname

Atau isi di /etc/hostname sebagai berikut.

127.0.0.1 localhost DebianHostName

# Ini untuk ipv6
::1     ip6-localhost ip6-loopback
fe00::0 ip6-localnet
ff00::0 ip6-mcastprefix
ff02::1 ip6-allnodes
ff02::2 ip6-allrouters
ff02::3 ip6-allhosts

12. Konfigurasi apt. Kamu bisa menggunakan sources.list default atau meng edit nya seperti berikut.

ddeb http://ftp.debian.org/debian etch main contrib non-free
deb-src http://ftp.debian.org/debian etch main conrib non-free
deb http://security.debian.org/ etch/updates main contrib non-free
deb-src http://security.debian.org/ etch/updates main contrib non-free

13. Instalasi dengan debootstrap tadi tidak menginstal kernel dan bootloader jadi aku perlu menginstalnya. Pertama cari dulu apakah di repo/cd kamu terdapat kernel yg diperlukan untuk debian etch ini (2.6.18-6-686).

# apt-cache search linux-image

Lalu instalasi initramfs-tools.

# apt-get install initramfs-tools

Selanjutnya instalasi kernel dan grub. Selain menggunakan grub kamu bisa juga menggunakan lilo sebagai bootloadernya.

# apt-get install linux-image-2.6-686 grub

Perintah ini akan menginstal kernel 2.6.18-686 dan grub

14. Konfigurasi grub

# mkdir -p /boot/grub

# cp /usr/lib/grub/i386-pc/* /boot/grub

# nano /boot/grub/menu.lst

Isi menu.lst seperti berikut (bitrate soekris aku set 57600 sama seperti di BIOS nya):

default 0
timeout 5

serial –unit=0 –speed=57600 –word=8 –parity=no –stop=1
terminal –timeout=5 serial console

title   Wireless Mesh Node II
root    (hd0,0)
kernel /boot/vmlinuz-2.6.18-6-686 root=/dev/hda1 ro console=tty0 console=ttyS0,57600n8
initrd  /boot/initrd.img-2.6.18-6-686
quiet
savedefault
boot

16. Keluar dari chroot dan install grub.

# exit

# grub-install – -no-floppy – -recheck – -root-directory=/mnt/debian /dev/sdb

17. Masuk lagi sebagai root ke CF lalu edit isi device.map.

# nano /boot/grub/device.map

Isinya seperti ini.

(hd0)   /dev/hda

18. Edit file kernel-img.conf.

# nano /etc/kernel-img.conf

Agar file menu.lst dapat langsung terupdate pastikan isinya seperti ini.

do_symlinks = Yes
do_initrd = Yes
do_bootloader = no
do_bootfloppy = no
link_in_boot = no
relative_links = Yes

postinst_hook = update-grub
postrm_hook   = update-grub

19. Konfigurasi serial console. Edit file inittab.

# nano /etc/inittab

Edit bagian yang nomor 1 saja seperti ini.

1:2345:respawn:/sbin/getty -L 19200 ttyS0 ansi

# 1:2345:respawn:/sbin/getty 38400 tty1

20. Finishing touch. Sebaiknya install dulu ssh server.

# apt-get install ssh

Lalu keluar dari root CF dan umount CF nya.

# exit

#cd /

# umount /mnt/debian

Lepaskan card reader dan keluarkan CF trus pasang CF ke Soekris. Lalu hubungkan Soekris ke komputer kamu dengan kabel null modem. Lalu jalankan HyperTerminal di Windows. Setting seperti ini: speed=57600 –word=8 –parity=no –stop=1. Lalu nyalakan Soekris. Atau kamu bisa langsung ssh ke Soekris. Masuklah dengan username root. Selain untuk Soekris instalasi Debian ke CF ini juga bisa untuk komputer biasa, tinggal setting di BIOS nya saja supaya kamu bisa boot dari CF.

O ya, aku juga sudah bisa menginstal Debian Etch di Soekris net4511 dengan CF Sandisk Ultra II ukuran 2 GB. Secara prinsipal caranya sama dengan yang diatas, namun karena versi processor net4511 adalah 486 maka kernelnya pilih yang 2.6.18-6-486. Tepatnya, pada langkah 13 diatas ganti hingga seperti ini: linux-image-2.6-486.

Selesai.





Membuat file log dari perintah “make”

17 02 2009

Ketika ingin meng-compile suatu source program di sistem operasi turunan UNIX (linux, BSD dll) biasanya kita menggunakan GNU make. Bagi yang menggunakan sistem operasi berbasis server yang tidak menggunakan GUI (Graphical User Interface), output (keterangan) hasil dari compile menggunakan GNU make tersebut akan ditampilkan begitu saja di layar. Lalu jika layarnya di-clear maka hilanglah output tadi. Nah, bagaimana caranya agar semua output kita itu dapat disimpan di sebuah file log? Begini caranya.
Masuklah ke dalam direktori dimana source yang ingin kamu compile berada. Lalu lakukan perintah berikut:

# make >&! arsip.log

atau

# make >arsip.log 2>&1

Hasilnya,sebuah file bernama arsip.log akan terbentuk di direktori tadi dan berisikan output hasil compile kamu. Cara itu namanya redirection, jadi hasil command diarahkan ke sebuah log. Redirection tersebut bukanlah perintah bawaan dari GNU make, jadi kamu tidak akan menemukannya di man pages. Namun cara pertama diatas tidak bisa digunakan untuk bash shell, jadi jika kamu menggunakan bash pakailah perintah yang kedua. Atau jika kamu ingin file log kamu itu ditempatkan di tempat lain, bisa juga seperti ini (bisa untuk bash shell):

# make &>/home/user_kamu/arsip.log

Oke deh, selamat mencoba.





Wanita: Harta atau Fisik ?

5 02 2009

Beberapa hari yang lalu dalam sebuah percakapan dengan seorang temanku ia bertanya begini: “Jika kamu disuruh memilih, mana yang akan menjadi pilihanmu? Seorang wanita yang cantik sekali namun miskin atau wanita yang kaya sekali namun parasnya jelek?” Aku berpikir sejenak memikirkan apa yang akan menjadi jawabanku padanya. Pertimbanganku cukup rumit waktu itu, bukan karena aku bimbang dalam memilih jawabannya namun karena yang mengajukan pertanyaan itu adalah seorang perempuan yang pernah menjadi “seseorang” di hatiku. Hmmm… aku pikir aku harus menjaga image-ku di hadapannya. Dalam hati aku bertanya-tanya apa sebenarnya tujuan dari pertanyaan itu? Apakah berhubungan dengan “perasaan”? “Ah, sudahlah lagipula “perasaan” itu kan sudah berakhir”, pikirku. Akhirnya aku pun memberanikan diri menjawbnya dengan agak ragu, “Ehmm… sepertinya aku lebih memilih wanita yang cantik deh, soalnya harta kan bukan segalanya.” Lalu dia berkata, “Oh… begitu, aku sudah menebak itu yang bakalan menjadi jawabanmu.” Aku terdiam sejenak, “Kenapa?”. Dia menjawab, “Ya cowok memang seperti itu, tau gak, kalo pertanyaan yang sama diajukan kepada para wanita maka kebanyakan memilih kebalikan dari jawabanmu itu. Mereka akan memilih lelaki yang kaya raya walaupun jelek daripada lelaki yang tampan sekali namun miskin. Wanita memang matre”.

Fuih… aku cukup lega juga mendengar jawaban dari dia, bukan karena isi dari pernyataannya itu namun karena arah pertanyaannya memang jauh dari masalah “perasaan”. Ternyata memang aku saja yang ke-geer-an, pikirku lagi. Akhirnya percakapan kami pun terus berlanjut ke hal-hal lainnya. Tapi tunggu, sebenarnya bukan isi dari percakapan ini yang ingin aku tulis disini, namun tentang cara berpikir pria dan wanita yang berbeda dalam hal memilih pasangannya. Bermula dari percakapan tadi itu aku sebenarnya baru sadar bahwa hal tersebut memang terjadi secara umum setidaknya di negara ini. Jadi pria kebanyakan lebih memperhatikan keadaan fisik wanita namun sebaliknya wanita akhirnya lebih memilih pria yang mapan secara ekonomi. Mengapa terjadi perbedaan seperti ini?

Secara sederhana aku melihat alasannya terletak pada sifat dasar dari pria dan wanita itu sendiri. Sejak dahulu pria sebagai kepala keluarga memang “dikodratkan” untuk mencari nafkah untuk keluarganya sedangkan wanita sebagai istri pasti akan tergantung dari sang suami. Hal seperti ini terus diwariskan pada anak cucu manusia (setidaknya di negara ini) hingga terbentuk image yang demikian yang terdapat pada setiap pria dan wanita. Ringkasnya seperti ini, pria akan memilih wanita sesuai dengan “seleranya” dan kalau urusan mencari nafkah ya merekalah (pria) yang akan mencari. Sedangkan wanita berpikir bahwa fisik tidaklah begitu penting dibandingkan dengan materi.

Namun tentu saja hal yang aku ungkapkan di atas berlaku untuk kasus tertentu. Maksudnya bahwa jika kita diajukan pertanyaan seperti yang telah disebutkan diatas maka jawabannya tentu bisa beragam sekali. Artinya dalam memilih pasangan kita tidak hanya melihat dari dua sisi (fisik dan harta) seperti yang diajukan pada pertanyaan tersebut, namun masih banyak pertimbangan-pertimbangan lain baik secara logika maupun perasaan yang harus kita libatkan dalam memilih pasangan hidup. Tapi yang aku maksudkan disini adalah aku bukan meminta jawaban yang mutlak atas pertanyaan tersebut, yang aku maksudkan adalah jawaban yang bersifat spontan yang langsung terbersit keluar dari alam bawah sadar kita. Yang menunjukkan bahwa secara tanpa sadar kita telah mewarisi pemikiran itu dari para pendahulu kita.

Lantas yang menarik disini adalah apakah pemikiran hasil warisan tadi dapat berubah? Menurutku bisa saja. Semuanya dipengaruhi oleh kondisi dunia modern saat ini. Dunia sudah jauh berubah dari masa lalu. Di negara-negara maju jelas sekali bahwa sang pencari nafkah bukanlah hanya suami, namun istri pun melakukannya. Emansipasi wanita dalam segala bidang memang sudah menjadi kenyataan. Bahkan di Amerika ada seorang pilot pesawat tempur Super Hornet , pesawat berharga 80 juta US $, adalah seorang wanita. Bayangkan, seorang wanita telah diberi kepercayaan sebesar itu. Nah, di Indonesia pun aku yakin sudah mulai bergerak ke arah demikian. Ketika suami dan istri cukup “seimbang” kontribusinya dalam memenuhi kebutuhan ekonomi, maka ketergantungan istri kepada suami juga pasti akan sangat berkurang. Dan hal ini tentunya secara tanpa sadar juga akan mempengaruhi para wanita di negara ini dalam memilih kriteria pasangannya. Sehingga nantinya jika sebuah pertanyaaan mirip seperti diatas diajukan kepada seorang wanita, maka secara spontan ia pun akan menjawab: “Aku lebih memilih pria yang tampan.”





Memaafkan itu Menyembuhkan

2 02 2009

Entah kenapa dalam sejarah kehidupan manusia kebencian itu selalu ada menyertai perjalanannya. Kebencian yang disertai dendam selalu menghiasi kehidupan kita dan telah menjadi sesuatu yang terpelihara hingga ke anak cucu dan dimaklumi keberadaannya. Ada kebencian yang ditunjukkan oleh Israel yang baru-baru ini membombardir Palestina. Dendam dan kebencian yang sama juga dilontarkan oleh pejuang Hamas terhadap musuh abadinya tersebut dengan berjuang mempertahankan eksistensinya di tanah Palestina. Ada juga kebencian yang menggunung kepada anggota DPR dan pejabat yang korup di negara ini. Belum lagi konflik suku dan agama yang telah berlangsung dari dulu hingga saat ini di berbagai belahan dunia mana pun yang telah mengalirkan darah dan cucuran air mata manusia.

Sehingga secara luas, kalau diumpamakan kehidupan manusia adalah serangkain perjalanan ke puncak sebuah gunung, maka banyak sekali manusia yang menggendong “muatan-muatan” tidak perlu yang bernama dendam dan kebencian. Jika kemudian perjalanan semakin berat dan meletihkan pastilah disebabkan oleh “muatan-muatan” berat tadi. Padahal kalau mau dilihat lagi kebencian itu sebenarnya seperti sebuah pohon. Semakin kita pikirkan dan diingat-ingat maka pohon-pohon kebencian itu akan semakin tinggi tumbuhnya karena memperoleh siraman air serta tambahan pupuk dari kita.

Tanpa kita sadari juga kebencian layaknya seperti seorang tamu yang terkadang datang ke rumah kita dan kadang juga tidak datang. Semakin kita memikirkan dan mengingat-ingatnya, memberi perhatian kepadanya, maka ia tidak akan segan-segan lagi bertamu ke rumah kita. Malahan ia akan menjadi tuan rumah dari kehidupan kita dan berkuasa serta menjadi sosok yang menakutkan serta mengerikan di kehidupan kita sendiri.

Aku katakan mengerikan karena sudah dipastikan dia akan membawa kehidupan bergerak dari suatu kebencian ke kebencian lainnya. Ia menakutkan karena itulah satu-satunya warna dari kebencian. Keteduhan, kejernihan, cinta, harmoni dan keindahan diperkosa habis oleh kebencian yang telah menjadi tuan rumah. Ini yang menjelaskan kenapa banyak orang yang terikat akan kebencian. Terpenjara dan tidak bisa keluar karena sang tuan rumah mengikatnya di rumahnya sendiri.

Mirip dengan sebuah cerita Zententang dua orang pendeta yang mau berenang menyeberangi sungai. Tiba-tiba ada wanita cantik yang berteriak di belakang meminta digendong untuk turut dapat menyeberang. Pendeta yang lebih tua pun menyanggupinya. Dua jam setelah kejadian itu berlalu, pendeta yang lebih muda bertanya: “Kenapa abang sebagai pendeta mau menggendong wanita cantik tadi?” Dengan sedikit kesal pendeta tua berucap: “Saya sudah menurunkan tubuh wanita tadi dua jam tadi, namun kamu menggendongnya sampai dengan sekarang.”

Demikian jugalah cara kerja kebencian. Oleh karena kejadian beberapa waktu atau beberapa ratus tahun yang lalu, namun hingga sekarang memori atas hal itu masih tetap digendong dan dibawa-bawa kemana pun dan sampai kapan pun, bahkan hingga kematian menjemput. Sehingga jiwanya selalu dikotori oleh kebencian itu.

Aku juga teringat kisah di sebuah renungan harian. Dua orang sahabat, Adi dan Abi suatu hari berjalan menuruni sebuah bukit berbatu. Dalam sebuah percakapan tiba-tiba Adi menyinggung perasaan Abi dan karena kesalnya Abi menendang kaki si Adi. Kemudian si Adi mengukir di atas sebuah batu demikian: hari ini Abi menendangku. Kemudian mereka melanjutkan perjalanan dan tibalah keduanya di sebuah tepi pantai. Kali ini giliran si Abi yang menyakiti perasaan Adi, kemudian Adi menendang kaki si Abi. Lalu Abi berhenti berjalan dan menulis di atas pasir pantai bahwa hari itu Adi telah menendangnya. Karena heran maka Adi bertanya ke Abi: “Mengapa kau menuliskannya di atas pasir? Sedangkan ketika aku menyakitimu aku mengukirnya di atas batu.” Lalu Abi berkata: “Aku menulisnya di atas pasir agar gelombang pengampunan dapat segera menghapusnya.”

Aku percaya bahwa kebencian tidak akan dapat dihapuskan oleh kebencian. Hanya kasihlah yang mampu menyembuhkannya. Memaafkan adalah salah satu perwujudan dari kasih. Kasihilah musuhmu, jangan hanya temanmu. Karena apalah lebihmu dari para penjahat, sebab penjahat pun saling mengasihi diantara mereka. Kalau pun kita harus membenci, bencilah perbuatan jahatnya bukan orang dibalik tindakan tersebut.